Rumahku

Rumahku 



Berjalan kaki sangatlah bisa menyehatkan badan , apalagi ketika ingin berpergian ke suatu tempat seperti pergi ke sekolah, pulang sekolah. Berjalan kaki sangat baik untuk tubuh. Hari itu aku pulang sekolah dengan teman teman ku yang hendak ingin pulang. Ketika sudah di perempatan jalan, kami berpisah karena rumah ku dengan rumah mereka tidak searah, kami hanya searah dari jarak yang berdekatan. Aku berjalan sendiri sambil bibirku berbisik menyanyikan lagu lagu, itulah kebiasaanku saat perjalanan menuju suatu tempat. Setela sesampai nya dirumah , ku buka pagar yang berukuran cukup besar, tinggi , berbahan besi dicat merah marun bercampur emas di bagian atasnya. Ku geser pagar itu kearah kiri karena tak mungkin aku menggesernya ke kanan. Aku duduk di lantai untuk membuka sepatu ku yang berukuran 39, berwarna hitam dan bertali. Aku sebenernya suka dengan sepatu bertali karena ku pikir terlihat lebih menarik dan cocok dengan kepribadianku yang agak sedikit tomboy. Aku masuk kedalam rumah dan tidak lupa mengucapkan salam , ku mencium aroma bau yang sedap ketika ku buka pintu, sepertinya mama sedang masak sup sudah tercium sekali aroma masakannya. Perutku tiba tiba merasa ada yang menggendang gendang, mengeluarkan suara seperti orang lapar. Ku berjalan menuju dapur yang letaknya agak kebelakang, ku melewati ruang tamu, kamar adik ku , melewati ruang keluarga dan terakhir baru terlihat dapur. Di dekat dapur ada kolam berukuran cukup besar, entah berukuran berapa yang jelas bisa menampung banyak ikan. Ikan dirumah ku tidak banyak karena belum ada ikan yang menark untuk di pelihara, dulu sempat ada ikan koi berukuran besar, tapi sayangnya mati tanpa sebab ketika aku dan sekeluarga sedang berlibur ke lampung. Maka dari itu aku memelihara ikan lele yang mudah dipelihara, cukup diberi makan nasi sudah mengenyangkan para ikan itu 
Aku melihat mama yang sedang asik memasak di dapur, dari belakang ku sapa dia lalu dia menoleh kebelakang sambil berkata “sudah pulang nak, bagaimana ulangan bahasa inggrisnya tadi?” tangannya yang asik mengaduk aduk yang ada didalam panci itu. “ gampang kok ma, uli menjawab semua soalnya” sambil mengerutkan kening. “Alhamdulillah kalo begitu, mama gak sia sia mengkursuskan kamu di lemabaga bahasa inggris”. 

Aku kembali ke arah ruang tengah tadi menuju ke ruangan favoritku yang kusebut kamar. Aku lekas membuka baju seragam SMA yang kukenakan hari ini dan langsung menggantikannya dengan daster kuning bergambar kucing. Kurebahan beberapa menit ditempat tidurku yang berukuran king. Melihat ke arah atas yang ditempeli glow in the dark yang berbentuk tengkorak. Entah kenapa aku suka sekali bentuk tengkorak, sesekali mama marah ketika masuk kamar yang berhiaskan tengkorak tengkorak itu. 
Perutku yang sudah tidak tahan untuk makan segara beranjak dari tempat tidur menuju dapur, segera aku mengambil piring kaca berbentuk bunga bunga di bagian pinggirnya. Ku ambil sendok nasi yang berwarna putih untuk menyendok nasi di dalam rice cooker berukuran besar itu. Aku duduk di kursi dan meletakkan piringku di atas meja makan berbentuk bundar hitam besar, ada 4 kursi yang mengelilingi meja makan ini yang biasanya diduduki ketika makan malam tiba.  
“ssrrrheekkk” ku tarik kursi jati hitam beralaskan background warna merah berkulit berbentuk segiempat, kursi yang sudah berumur 8 tahun lebih itu menemani kami sekeluarga menyantap hidangan makanan. Segera ku ambil nasi dan lauk disediakan mama, lauk yang se ada nya tapi ku buat dengan ada ada nya itu menjadikan rasa yang nikmat. Sayur tumis kesukaan ku sudah menjadi langganan mama masak menu makan itu. Terdengar suara kunyahan ku yang bisa semakin ku merasakan lapar nya di siang hari ini. 
Aku bersyukur karena allah telah memberikan kesempatan menyantap makanan hidangan yang disediakan mama , dan satu lagi aku sangat bersyukur karena berkesempatan menikmati hangat dan nyaman nya tinggal dirumah yang sederhana ini. Tiada tempat yang paling indah selain dirumah sendiri.

Sekian :)
Eka uliyanti putri yang sedang mencoba kembali untuk menulis.

Komentar

Postingan Populer